Minggu, 21 November 2010

Hidup keberagaman !!! Hidup Bhinneka Tunggal Ika !!! (Cak Nun)

Emha Ainun Nadjib

 
Dalam forum Maiyahan, tempat pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar, sering
saya bertanya kepada forum:

"Apakah anda punya tetangga?".

Biasanya dijawab: "Tentu punya"

"Punya istri enggak tetangga Anda?"

"Ya, punya dong"

"Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?"


"Secara khusus, tak pernah melihat "

" Jari-jari kakinya lima atau tujuh?"

"Tidak pernah memperhatikan"

"Body-nya sexy enggak?"

Hadirin biasanya tertawa.

Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka:

"Sexy atau tidak bukan urusan kita, kan? Tidak usah
kita perhatikan,tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan,diskusika n atau
perdebatkan. Biarin saja".



Keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah
diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih
unggul atau apapun.Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya
begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan didalam
hati.


Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah.

Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam.

Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar, ngapain dia jadi
non-Islam?

Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah.Justru berdasar itulah
maka ia menjadi orang Islam.Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan
saja didalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan
seminar atau pertengkaran. Biarlah setiap orang memilih istri
sendiri-sendiri, dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk
menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri
kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan
tidak pakai dokter,umpamanya.


Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan, biarkan
masing-masing pada keyakinannya. Sementara itu orang muslim yang mau
melahirkan padahal motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang
beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit.

Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan,padahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam baju koko
tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah. Atau ada orang Hindu kerjasama
bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak
ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.



Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga Berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok,
atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial,
kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing.

Bisa memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihi kampung,
bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama.

Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik,kamituwonya Hindu,
kebayannya Gatholoco, atau apapun.Jangankan kerja sama dengan sesama manusia,
sedangkan dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama nyingkal dan nggaru sawah.

Itulah lingkaran tulus hati dengan hati.

Itulah Maiyah.



"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau
adalah dunianya"

0 komentar:

Posting Komentar